PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN PASAR BESAR NGAWI

PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN PASAR BESAR NGAWI

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) @jokowi resmikan Pasar Besar Ngawi (PBN) di Kabupaten Ngawi, Jumat (17/12/21) sore.

“Alhamdulillah pada siang hari ini kita telah menyaksikan Pasar Besar Ngawi telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Pasar ini dibangun sebagai pasar modern berbasis bangunan gedung hijau dengan luas bangunan 15.940 meter persegi, dan memiliki 291 kios, 244 los, dan 20 los kering.

“Kita harapkan pasar ini bisa menjadi pusat aktivitas perdagangan di Kabupaten Ngawi dan juga harus menjadi pengungkit pergerakan ekonomi masyarakat di Ngawi dan sekitarnya untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi setelah pandemi ini,” ungkap Jokowi.

Senada dengan Jokowi diungkapkan Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono @masonyanwar bahwa dengan diresmikannya PBN yang baru ini perekonomian semakin meningkat, “ Saya berpesan kepada seluruh pedagang dan pengunjung yang datang untuk bersama dijaga kerapian dan kebersihannya,” kata Bupati.

Pada peresmian ini, Presiden RI, Jokowi didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa @khofifah.ip , dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.


Repost from @ngawikab_

Share and Enjoy !

Shares
6 hal penting tentang covid 19 varian omicron.

6 hal penting tentang covid 19 varian omicron.

Garuda Indonesia

Jakarta – World Health Organization (WHO) telah menetapkan varian baru COVID-19, B.1.1.529 atau Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang menjadi perhatian pada 26 November 2021.

“Keputusan ini didasarkan pada bukti yang diberikan kepada TAG-VE bahwa Omicron memiliki beberapa mutasi yang mungkin berdampak pada perilakunya, misalnya, seberapa mudah menyebar atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya,” demikian penjelasan WHO yang diupdate pada Minggu, (28/11).

TAG-VE adalah the advice of WHO’s Technical Advisory Group on Virus Evolution atau Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus.

WHO menjelaskan saat ini para peneliti di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami seluk beluk varian Omicron.

Namun demikian, untuk saat ini, WHO memberikan pemaparan mengenai beberapa poin-poin penting terkait varian Omicron, yakni:

1. Penularan

WHO menyatakan hingga saat ini belum jelas apakah Omicron lebih menular, misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta. 

“Jumlah orang yang di tes positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya,” kata WHO.

2. Tingkat keparahan penyakit

WHO menjelaskan belum dapat disimpulkan secara pasti apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi dengan varian lain, termasuk Delta. 

Berdasarkan data awal menunjukkan ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi hal ini mungkin terjadi karena meningkatnya jumlah orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron. 

Pasalnya, hingga saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan individu yang lebih muda cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan tetapi melihat tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu. 

“Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci,” jelas WHO.

3. Efektivitas infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya

WHO mengungkapkan berdasarkan bukti awal menunjukkan adanya kemungkinan terjadinya peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron, yaitu orang yang sebelumnya terinfeksi COVID-19 dapat terinfeksi lagi dengan lebih mudah dibandingkan dengan varian lainnya.

“Akan tetapi informasinya masih terbatas. Informasi lebih lanjut tentang hal ini akan diperbaharui dalam beberapa waktu mendatang,” ungkapnya.

4. Efektivitas vaksin

WHO bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengetahui dampak potensial dari varian Omicron pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk vaksinasi. 

WHO memandang vaksinasi COVID-19 tetap penting dan efektif untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan varian dominan yang beredar, Delta. 

5. Efektivitas tes

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) digunakan untuk mendeteksi infeksi, termasuk infeksi Omicron. Saat ini, studi untuk menentukan apakah ada dampak pada jenis tes lain, termasuk tes deteksi antigen cepat sedang berlangsung.

6. Efektivitas perawatan

WHO menyebut Kortikosteroid dan Interleukin-6 (IL6) Receptor Blocker masih efektif untuk menangani pasien COVID-19 yang parah. Sementara itu, perawatan lainnya masih akan dikaji apakah masih efektif mengingat perubahan pada bagian virus dalam varian Omicron.

Oleh karena varian Omicron masih baru, maka WHO masih melakukan koordinasi dengan sejumlah peneliti di seluruh dunia untuk lebih mengetahui semua hal tentang Omicron.

“Studi saat ini sedang berlangsung termasuk penilaian tingkat penularan, tingkat keparahan infeksi juga gejala, kinerja vaksin dan tes diagnostik, serta efektivitas pengobatan.”

Terakhir, WHO mengingatkan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 jangan lupa selalu menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain, memakai masker yang pas, membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi, menghindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai, menjaga tangan agar tetap bersih, batuk atau bersin ke siku atau tisu yang tertekuk dan melakukan vaksinasi. 

[KPCPEN/RDJS/YRM]

Sumber:

https://www.who.int/news/item/28-11-2021-update-on-omicron

Share and Enjoy !

Shares
Kasus pertama omicron ini terdeteksi di ind0nesia!

Kasus pertama omicron ini terdeteksi di ind0nesia!

Jakarta, 16 Desember 2021

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus pertama COVID-19 varian omicron di Indonesia pada Kamis (16/12).

Kasus pertama omicron ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

“Kementerian Kesehatan telah mendeteksi seorang pasien terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember, data-datanya sudah kita konfirmasikan ke GISAID dan telah dikonfirmasi kembali dari GISAID bahwa memang data ini data sequencing Omicron,” kata Menkes dalam keterangan pers perkembangan pandemi COVID-19.

Menkes merinci para petugas kebersihan Wisma Atlet diambil sampel rutin pada 8 Desember 2021. Hasil pemeriksaan keluar tanggal 10 Desember 2021 didapati 3 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Ketiga sampel selanjutnya dikirim ke Balitbangkes untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS). Hasil pemeriksaan sampel keluar tanggal 15 Desember dan didapati 1 dari 3 sampel terkonfirmasi positif varian Omicron.

“Ada 3 petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet yang positif PCR-nya, tapi yang terkonfirmasi positif Omicron adalah satu orang,” terang Menkes.

Seluruhnya kini telah menjalani karantina di Wisma Altet. Ketiga dalam kondiri sehat, tanpa ada gejala, tanpa batuk, dan tanpa demam. Dari hasil pemeriksaan PCR juga hasilnya telah negatif.

Selain temuan kasus konfirmasi varian Omicron, Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi adanya 5 kasus probable Omicron. Kelimanya telah dikarantina dan sudah dilakukan pemeriksaan khusus yang sudah dikirimkan Balitbangkes. Hasilnya akan diketahui 3 hari mendatang untuk melihat apakah sampel tersebut positif omicron atau bukan.

“Dengan pemeriksaan khusus SGTF, kita mendeteksi 5 kasus probable omicron 2 kasus warga Indonesia yang baru balik dari Inggris dan AS, 3 lainnya WNA dari Tiongkok yang ke Manado yg sekarang dikarantina di Manado,” tutur Menkes.

Menkes mengatakan bahwa penyebaran Omicron terbukti sangat cepat. Di Inggris misalnya dari 10 kasus/hari saat ini sudah mencapai 70.000 kasus/Hari. Jauh lebih tunggi dari puncak kasus di Indonesia pada bulan Juli di angka 50.000 kasus/hari.

Terkait dengan temuan ini, Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap tenang. Yang terpenting segera melakukan vaksinasi COVID-19 terutama untuk kelompok rentan dan lansia serta tidak perlu bepergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus tegakkan protokol kesehatan 5M, dan memperkuat 3T.

“Kedatangan varian baru dari luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalau harus stay 10 hari di karantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia” tutup Menkes

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

sumber : https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20211216/2738991/varian-omicron-terdeteksi-di-indonesia/

Share and Enjoy !

Shares
Kunjungan Gubenur Jatim, Tinjau Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun, Minta Lakukan Percepatan.

Kunjungan Gubenur Jatim, Tinjau Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun, Minta Lakukan Percepatan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tinjau pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN Margomulyo 1 Kabupaten Ngawi, Jumat (17/12/21).

Kabupaten Ngawi sebagai salah satu dari 21 dari 38 Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan vaksinasi bagi anak usia 6-11 Tahun, karena sudah memenuhi syarat yakni vaksinasi umum mencapai minimal 70 persen. Sedangkan vaksinasi lansia capaiannya minimal 60 persen,”Kabupaten yang masuk kategori lokomotif inisiator dari proses pelaksanaan vaksinasi anak umur 6-11 Tahun,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Jenis vaksin yang diberikan adalah Sinovac dengan dosis 0.5 gram.

Khofifah mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi bagi anak ini dan meminta percepatan pelaksanaannya, “Saya mohon terus dilakukan percepatan baik yang dilaksanakan di sekolah maupun dilaksanakn di fasilitas kesehatan,” katanya.

Menurut Khofifah percepatan vaksinasi anak ini penting untuk memberikan penguatan ketahanan kesehatan bagi anak ketika ingin melakukan perluasan pembelajaran tatap muka,”Gurunya merasa aman tenang dan orang tua merasa aman tenang karena putra putrtinya sudah di vaksin,” imbuhnya.

Sementara Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengungkapkan di Kabupaten Ngawi terdapat 73 ribu anak-anak usia 6-11Tahun ditargetkan dalam 3 minggu kedepan palaksanaan vaksinasi akan selesai, “Ini didukung vaksinator dan ketersidiaan vaksin,” katanya.

Dengan tuntasnya vaksinasi anak ini, Ony Anwar mengharapkan pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksankan dengan lebih baik dan aman, “Sebab dengan pembelajaran tatap muka penddidikan karakter pada anak lebih mudah dilakukan ketika pembelajaran tatap muka,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, Kepala Cabang Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Madiun, Supardi. (Kominfo)
Reposted from @ngawikab_

Share and Enjoy !

Shares
Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Kabupaten Ngawi

Kunjungan Kerja Presiden Jokowi ke Kabupaten Ngawi

Presiden @jokowi bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono serta Bupati Ngawi Ony Anwar melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid Agung Baiturrahman, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/12/2021).

(Foto: BPMI)

” Pasar Besar Ngawi yang saya resmikan siang tadi dibangun dengan konsep pasar modern berbasis bangunan gedung hijau. Dengan luas bangunan 15.940 meter persegi saya berharap Pasar Besar Ngawi dapat menjadi pusat aktivitas perdagangan di Kabupaten Ngawi guna mempercepat proses pemulihan ekonomi pascapandemi. Di lokasi yang sama, saya juga menyerahkan bantuan tunai bagi para pedagang kaki lima dan warung yang berjualan di area luar pasar.” Ujur pak jokowi

PotretKabinet

Reposted from @sekretariat.kabinet
Reposted from @ngawikab_

Share and Enjoy !

Shares